Last Update 0COMPOSITE 5353.46 18.91   AGRI 1845.43 3.29   MINING 1155.66 -4.63   BASIC-IND 504.45 3.36   MISC-IND 1350.88 12.51   CONSUMER 2486.34 2.73   PROPERTY 565.74 7.46   INFRASTRUC 1121.9 6.64   FINANCE 791.75 0.32   TRADE 864.39 3.44   MANUFACTUR 1407.63 4.97   LQ45 919.34 3.57   JII 742.07 5.02   MBX 1537.15 5.29   DBX 760.22 3.33   KOMPAS100 1151.51 4.83   BISNIS-27 472.06 1.98   SRI-KEHATI 320.62 1.82   PEFINDO25 417.71 1.71   IDX30 496.56 2.04   
M-One Chat

Call Center 021 7917 5990

INCAR DANA Rp1,5 TRILIUN, PPRO SIAP LEPAS 5 MILIAR SAHAM RIGHTS ISSUE

IQPlus (27/02) - PT PP Properti Tbk berencana menggalang dana melalui aksi korporasi di pasar modal (rights issue). Adapun dana yang di incar perusahaan dalam aksinya tersebut sekitar Rp 1,5 triliun. 

Dari jumlah dana yang di bidik itu, diperkirakan PP Properti akan melepas sejumlah 5 miliar lembar saham melalui rights issue. Kami membutuhkan Rp 1,5 triliun. Sementara jumlah lembar saham akan mengikuti saja. Bisa jadi akhirnya nanti hanya lima miliar lembar yang dikeluarkan, karena permintaan investor tinggi, kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PPRO, Indaryanto, saat di konfirmasi, di Jakarta, Senin. 

Jika melihat kebutuhan dana perusahaan sekitar Rp 1,5 triliun dengan jumlah saham yang akan di lepas sejumlah 5 miliar lembar saham, maka dapat diperkirakan harga rights issue PPRO akan berada di kisaran Rp 300 per saham. 
Pada saat ini PPRO sudah diminati oleh banyak investor, termasuk investor asing. Ini saya dapat ketika kami melakukan roadshow-roadshow,. tambah Indaryanto. 

Pasca melaksanakan rights issue, kata Indaryanto, pihak PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk juga akan kembali melaksanakan aksi korporasi dengan cara menyuntikkan dana ke PP Properti sebagai salah satu anak usahanya. Rencananya, suntikan dana sekitar Rp 1 triliun itu akan berasal dari kas internal sebelum rights issue. 

Indaryanto menjelaskan, bahwa dana segar tersebut akan membuat PPRO mampu melakukan ekspansi dan mempertahankan tingkat pertumbuhan ke depan. Rinciannya, sebesar 70 persen dana rights issue untuk investasi pengembangan usaha atau sekitar Rp1,05 triliun, sedangkan 20 persen untuk modal kerja atau sekitar Rp300 miliar. Kemudian, sebesar 10 persen untuk pembayaran sebagian besar utang atau sekitar Rp150 miliar. 

Pada 2016, perseroan mampu mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 42,8 persen menjadi Rp2,1 triliun. Sementara itu, laba bersih di 2016 meningkat 22 persen menjadi Rp365,4 miliar, sedangkan marketing sales tercatat sebesar Rp2,5 triliun atau naik 25 persen, lebih tinggi dari rata-rata industri. Sementara pada tahun ini, PPRO menargetkan pertumbuhan marketing sales sebesar 45 persen menjadi Rp3,5 triliun.

Sebelumnya, riset analis PT BNI Securities (22 November 2016), Maxi Liesyaputra merekomendasikan hold untuk saham PPRO dengan target harga Rp1.420 sebelum stock splitatau sebesar Rp355 per saham setelah stock split. Riset tersebut menyebutkan bahwa katalis untuk PPRO adalah strategi perseroan yang fokus pada konsumen di segmen menengah dan lokasi di area yang padat penduduk. (end/as)