Last Update 0COMPOSITE 5353.46 18.91   AGRI 1845.43 3.29   MINING 1155.66 -4.63   BASIC-IND 504.45 3.36   MISC-IND 1350.88 12.51   CONSUMER 2486.34 2.73   PROPERTY 565.74 7.46   INFRASTRUC 1121.9 6.64   FINANCE 791.75 0.32   TRADE 864.39 3.44   MANUFACTUR 1407.63 4.97   LQ45 919.34 3.57   JII 742.07 5.02   MBX 1537.15 5.29   DBX 760.22 3.33   KOMPAS100 1151.51 4.83   BISNIS-27 472.06 1.98   SRI-KEHATI 320.62 1.82   PEFINDO25 417.71 1.71   IDX30 496.56 2.04   
M-One Chat

Call Center 021 7917 5990

Analis: Saham-saham jagoan usai cetak rekor

KONTAN.CO.ID - Sehari setelah pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI), IHSG mencapai rekor tertinggi di level 5.914,02 pada Rabu (23/8). Menguatnya IHSG diiringi pergerakan sejumlah saham yang mencetak rekor all time high.

KONTAN mencatat sejumlah saham yang sempat menyentuh rekor tertinggi baru, yaitu Bank Central Asia Tbk (BBCA), Adaro Energy Tbk (ADRO), Unilever Indonesia (UNVR), dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Kamis (24/8), harga saham ADRO masih ditutup naik 0,51% menjadi Rp 1.965 per saham. Sementara, saham TLKM ditutup turun menjadi Rp 4.780 per saham, Kamis.

Muhammad Nafan Aji analis Binaartha Parama Sekuritas menilai, saham ADRO memang sedang masuk dalam tren naik (uptrend). Ia mematok target level support 1.900 dan resistance 2.100. “Karena bullish tren, maintain buy dan perhatikan level support,” ujar Nafan.

Untuk TLKM, Nafan menyarankan buy on weakness, dengan target support 4.730 dan resistance 4.840. “Estimasi saya secara fundamental jangka panjang bisa sampai ke 5.000. Faktor daya beli masyarakat cenderung meningkat, apalagi tingkat suku bunga kita diturunkan, sehingga menimbulkan stimulus beli,” papar Nafan.

Secara umum, Nafan melihat kebijakan BI menurunkan suku bunga sebesar 25 bps akan memberikan katalis positif terhadap kinerja emiten-emiten perbankan, properti, dan semen. Di sektor perbankan, Nafan menilai, Bank Mandiri (BMRI) paling menarik untuk dicermati. Pasalnya emiten pelat merah ini berencana melakukan stock split dengan rasio 1:2. Tentunya hal ini bisa menaikkan likuiditas dan menarik investor ritel.

Namun, lanjutnya, saham Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), maupun Bank Central Asia (BBCA) juga layak dilirik. “Properti sama seperti perbankan, pasti masyarakat menggunakan fasilitas kredit untuk beli properti sehingga pendapatan properti ditunjang marketing sales,” ujar Nafan.

Adapun di sektor properti, menurut Nafan, saham Bumi Serpong Damai (BSDE) menjanjikan. Hal ini didasari kinerja yang bagus ditopang marketing sales.

Sejalan sektor properti, Nafan melihat emiten semen Semen Indonesia (SMGR) menjadi salah satu andalan. Ia rekomendasikan beli saham SMGR dengan target support 11.000 da resistance 11.850.

Sementara, Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang merekomendasikan sejumlah sektor unggulan yang bakal mengirindi rekor IHSG. “Idealnya seperti perbankan, pertambangan, industri dasar, perdagangan bisa all time high,” sebutnya.